Jual Beli Gas

PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) lakukan penandatanganan amandemen kesepakatan jual-beli gas (PJBG) dengan PT Medco E&P Rimau. Penandatangan ini dalam rencana perpanjang kontrak.

“Kami senang dengan penandatanganan persetujuan itu yang akan menambahkan penghasilan perusahaan dan memberikan dukungan rutinitas lifting minyak dari Blok Rimau,” kata Direktur Khusus Medco E&P Indonesia Ronald Gunawan, di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Amandemen kesepakatan jual-beli gas ini untuk menambahkan keseluruhan jumlah kontrak gas dari PJBG tahun 2016 hingga keseluruhannya capai sejumlah 9,015 TBTU. Gas itu berawal dari sumur-sumur di Blok South Sumatera untuk memberikan dukungan rutinitas lifting minyak Blok Rimau di Sumatera Selatan.

Dengan diberi tanda tangannya Amandemen kesepakatan jual-beli gas ini, karena itu perpanjang masa kontrak sampai 31 Desember 2027.

Pemasaran gas itu akan memberi andil penghasilan kotor kombinasi dari Blok South Sumatera dan Rimau seputar USD 11,09 juta, dengan penghasilan pemerintahan sebesar USD 11,61 juta, Kontraktor USD 3,31 juta.

Penandatanganan amandemen PJBG ini dikerjakan oleh Direktur Khusus Medco E&P Ronald Gunawan pada Rabu, 2 Desember 2020 dilihat oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada acara International Convention on Indonesia Upstream Oil dan Gas 2020 secara virtual di Jakarta.

Unit Kerja Spesial Eksekutor Aktivitas Hilir Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) umumkan jika Medco E&P Natuna Ltd. (Medco) mengawali pemboran sumur eksplorasi West Belut-1. Sumur minyak dan gas (migas) itu ada di Daerah Kerja Blok B South Natuna Sea, Kepulauan Riau.

Pada 2020 awalnya Medco sudah lakukan beberapa pengeboran Sumur Eksplorasi di tahun ini yakni, Sumur Bronang-2, Kaci-2 dan Terubuk-5. Seluruh aktivitas pemboran itu dikerjakan di daerah kerja Blok B South Natuna Sea, Kepulauan Riau.

Medco sukses mendapati tambahan sumber daya migas lewat pengeboran Sumur Eksplorasi Terubuk-5.

Pemerintahan menunjuk PT Pertamina (Persero), selaku juara Blok Minyak dan Gas (Migas) Rokan. Dengan hasil itu, Pertamina urus Blok Rokan sesudah kontrak Chevron Pacific Indonesia habis pada 2021.

Updated: January 15, 2021 — 4:47 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published.