Pengelola Investasi

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata membuka suara berkaitan ngototnya pemerintahan Jokowi untuk membuat Sovereign Wealth Fund (SFW) atau Instansi Pengurus Investasi (LPI) dalam kurun waktu dekat.

Menurut dia, ini tidak terlepas dari 3 masalah yang sekarang ini masih melilit Indonesia. Yaitu tingginya keperluan pembiayaan terutamanya infrastruktur, stagnasi realisasi investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI), dan hutang pemerintahan.

“Ada banyak fakta berkaitan usaha pembentuk SWF oleh pemerintahan sekarang ini. Sebagaimana untuk tutup tingginya pembiayaan khususnya infrastruktur dan tingkat FDI Indonesia yang alami stagnasi,” jelasnya dalam seminar-online Serap Inspirasi Undang-Undang Cipta Kerja Bidang Keuangan dan Investasi Pemerintahan, Rabu (2/12).

Anak buah Sri Mulyani ini menjelaskan, sekarang ini Indonesia tengah alami ketimpangan di antara keperluan dan kemampuan pembiayaan berkaitan infrastruktur dan project vital besar yang lain. “Jadi, ada jarak di antara kekuatan permodalan lokal dengan keperluan pembiayaan untuk infrastruktur nasional,” jelasnya. Disamping itu, semenjak 2016 Indonesia dipandang alami stagnasi atas realisasi FDI. Menurut dia, ini disebabkan oleh belum maksimumnya tata urus investasi dalam negeri. “Jika ada peningkatan karena itu realisasimya tidak apakah yang diinginkan,” tambah ia.

Paling akhir, SWF diinginkan bisa mengatur rasio utang pemerintahan pada PDB. Terutamanya di tengah-tengah keadaan susah ekonomi karena imbas wabah Covid-19.

“Meskipun hutang pemerintahan masih relatif aman. Tetapi kita perlu untuk jaga bats aman rasio hutang pada PDB kita, terutamanya ketika keadaan ekonomi semacam ini,” katanya.

Oleh karenanya, dibutuhkan inovasi spesial lewat pembangunan SWF selaku partner yang handal dan paling dipercaya untuk investor. “Hingga menggerakkan geliat investasi dipercaya untuk sanggup membayar pembangunan ekonomi periode panjang dan berkepanjangan di Indonesia,” katanya akhiri.

Pemerintahan memiliki komitmen untuk membuat Sovereign Wealth Fund (SFW) atawa Instansi Pengurus Investasi (LPI). Gagasan ini searah dengan jadwal besar berkaitan kenaikan investasi lewat Undang-Undang Cipta Kerja.

Updated: January 15, 2021 — 4:36 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published.