Pengelola Investasi

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Isa Rachmatarwata menguraikan ketidaksamaan di antara Instansi Pengurus Investasi (LPI) dengan Pusat Investasi Pemerintahan (PIP). Disamping itu, Isa menguraikan ketidaksamaan peranan di antara LPI dengan Tubuh Pengaturan Penanaman Modal (BKPM).

Secara substansi, LPI adalah instansi yang dibuat oleh undang-undang dan bertanggungjawab pada presiden. “Hingga mempunyai integritas dan pemahaman kestabilan tinggi secara internasional,” terang Isa dalam seminar-online Serap Inspirasi Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) Bidang Keuangan dan Investasi Pemerintahan, Rabu (2/12/2020).

Saat itu, PIP lebih memiliki sifat non-komersial dan condong pasif berbentuk investasi protofolio. “PIP konsentrasi pada pembiayaan usaha bertaraf kecil,” tegasnya.

Ketidaksamaan dengan BKPM

Ikat Isa, ketidaksamaan LPI dengan Tubuh Pengaturan Penanaman Modal (BKPM), bila disaksikan secara substansi BKPM selaku instansi hal pemberian izin dan regulator satu tingkat menteri. Disamping itu, BKPM bukan instansi yang lakukan aktivitas investasi.

“Jadi, BKPM tidak lakukan investasi. Selanjutnya dalam soal foreign direct investment (FDI), BKPM berperan lakukan promo dan mengundang aktivitas investasi,” tutupnya.

Awalnya, pemerintahan memiliki komitmen untuk membuat Sovereign Wealth Fund (SFW) atawa Instansi Pengurus Investasi (LPI). Gagasan ini searah dengan jadwal besar berkaitan kenaikan investasi lewat Undang-Undang Cipta Kerja.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata menarget LPI dapat bekerja di awal 2021 kedepan. Tentang hal tugasnya mengoptimalkan modal ditambahkan pembangunan ekonomi.

“LPI ditarget mulai beropersi pada awla 2021, tentu saja sesudah ketentuan eksekutor sudah siap. LPI atau SWF ini mempunyai visi untuk maksimalisasi modal ditambahkan pembangunan ekonomi,” tutur ia dalam seminar-online Serap Inspirasi Undang-Undang Cipta Kerja Bidang Keuangan dan Investasi Pemerintahan, Rabu (2/12).

Isa menjelaskan, LPI mempunyai tiga pekerjaan khusus yang muaranya untuk datangkan revenue atau penghasilan semaksimal kemungkinan. Pertama, dengan mengoptimalkan asset untuk perkembangan dan pelindungan kekayaan negara.

Updated: January 15, 2021 — 4:24 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published.