Pertumbuhan Ekonom

Indonesia bersama Kanada, Filipina, Sekretariat ASEAN, OECD, dan ADB mengadakan tatap muka secara virtual dalam Seminar Internasional mengenai Pembaruan Peraturan di Asia. Seminar mempunyai tujuan untuk sama-sama share praktek baik dan pengalaman dalam membuat peraturan yang bermutu, efisien, dan efektif.

Seminar internasional ini diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Pertanian Indonesia dengan project NSLIC/NSELRED. Peraturan yang efisien, bermutu, dan berkepanjangan penting buat memberikan dukungan perkembangan ekonomi khususnya di periode wabah COVID-19.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya sampaikan keutamaan tatap muka ini untuk Indonesia.

“Seminar ini penting untuk Indonesia, dalam lakukan bermacam pembaruan peraturan dalam negeri, khususnya dengan diterapkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 mengenai Pembuatan Lapangan Kerja yang disebut cara bersejarah untuk Indonesia dalam membenahi peraturan dalam negeri,” katanya.

Menurutnya, peraturan yang bermutu harus berbasiskan pada bukti, sediakan diskusi dengan penopang kebutuhan, terhitung partner internasional, dan sesuai kesepakatan internasional yang berkaitan. Ketentuan perlu dilihat dan dikoreksi dengan teratur untuk mengikut perombakan tehnologi dan keperluan warga.

Wakil Ketua Umum Federasi Pebisnis Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan, perlu lebih dari tiga juta lapangan pekerjaan untuk kembalikan perkembangan ekonomi ke tingkat pra-Covid-19. Hingga bisa menstimulus tingkat daya membeli konsumsi rumah tangga dari pasar lokal.

“Jika performa perekonomian Indonesia pengin dibalikkan saat sebelum pra-Covid-19. Indonesia minimum harus membuat lebih dari 3 juta lapangan pekerjaan untuk kembalikan daya membeli warga ke tingkat saat sebelum wabah,” katanya dalam seminar-online Prediksi Perekonomian Indonesia 2021, Kamis (26/11).

Shinta menjelaskan, lesuhnya ekonomi nasional di periode kedaruratan kesehatan ini lebih disebakan oleh turunnya keinginan konsumsi rumah tangga. Diantaranya, karena turunnya daya membeli sesudah banyak tenaga kerja yang terimbas penghentian hubungan kerja (PHK).

“Walau sebenarnya, konsumsi lokal ini driver ekonomi nasional agar dapat sembuh ke tingkat saat sebelum wabah,” tambah ia.

Updated: January 15, 2021 — 6:10 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published.